Postingan

#Tips Tiga Ramadhan

Bagaimana shaum ramadhan kita hari ini, lancar kah? Tentu kita sering mendengar kalimat ini:'Berbukalah dengan yang manis.' Saat bulan ramadhan, seringnya ungkapan ini diartikan terlalu serius. Tak heran jika kemudian adanya parade jenis sajian yang manis di meja makan. Kabarnya, ranking teratas masih didominasi jenis-jenis kolak: kolak pisang, kolak candil, kolak labu. Runner up oleh es buah. Sementara agar-agar dan es cendol dalam posisi mengintip. Untuk sekadar lucu-lucuan, saya sering bermain plesetan dengan ungkapan tersebut. Setelah mengucap doa buka puasa, bilang begini:"Ayo, Mas. Pandangi wajahku dulu biar air mineralnya terasa manis." Memang, memajang jaburan manis telah menjadi sebuah tradisi. Minimal satu jenis, entah itu kolak atau es buah. Namun hendaknya seiring umur kita yang makin bergulir, kebiasaan tersebut perlu disesuaikan. Merujuk informasi dari OKEZONE.Com, buah pisang yang belum diolah mengandung sekitar 110 kalori, 30 g karbohidrat da...

#tips 2 Ramadhan

Melanjutkan postingan tadi pagi ya,  yang belum selesai karena keburu berangkat ke sekolah. Pernah menghitung berapa jumlah kalori yang dimakan? Sejujurnya saya enggak :D. Konsultasi dengan dokter sih pernah. Waktu itu saya punya keluhan di daerah pencernaan. Dokter bilang, jangan rakus makan. Ups! Seiring bertambahnya usia, usus kita harus makin dijaga agar tak terlalu capek. Jangan makan dalam porsi berlebihan, baik jumlahnya, maupun kandungannya. Makanlah dengan gizi seimbang, tidak banyak, namun komplit dan memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh kita. Makan dengan porsi cukup dan sesuai jadwal kebutuhan. Usahakan, terjadwal secara teratur dan harus disiplin. Pahami kapan jadwal makan utama dan saatnya mengudap makanan ringan/buah. Bagaimana perihal pewarna, penyedap dan pemanis buatan? Ya, begitulah. Kita pandai memprovokasi soal ini ke para murid. Jangan jajan sembarangan ya, anak-anak. Padahal...jreng! Hihiw..yuk ah, aware :) Bulan ramadhan saatnya diingatkan kembali dalam m...

#tips 1 Ramadhan

Ramadhan bulan penuh berkah. Berbagai postingan agar kita lebih khusyu dan menangguk banyak pahala bertebaran di sosial media: facebook hingga whatsapp. Banyak manfaatnya, kita diingatkan kembali agar tak melewatkannya begitu saja. Postingan saya tidak akan membahas tentang tausiah. Saya akan membahasnya dari sisi yang lain. Dari gaya hidup/life style saja ya, yang ringan-ringan dan lucu :). Pertama, perlukah berolahraga ketika sedang puasa? Jawabannya, perlu. Tapi tentunya bukan olah raga angkat besi dong. Olah raga dibutuhkan agar tubuh tetap sehat dan lentur . Kegiatan menyapu, mengepel, bahkan mengulek sambal butuh kelenturan tubuh, pinggang dan tangan. Bayangkan jika pinggang kita terasa kaku saat baru menyapu separuh halaman. Repot, bukan? Olah raganya apa dong? Ya, yang ringan dan lucu saja, mom. Sebelum masak dan menyiapkan menu buka puasa mungkin bisa menyetel lagu dulu dan menggerakkan badan. Sedikit meregangkan otot yang kaku. Tak perlu seserius zumba, gerakan SKJ a...

Selamat Datang Ramadhan

Setiap ramadhan adalah masa penyucian diri. Berharap semoga amal ibadah kita diterima Alloh SWT. Berharap semoga dikuatkan dan ditambahkan keimanan kita. Aamiin..

Tempat berbagi

Sedang mendengarkan radio, lalu penyiarnya memutar lagu soundtrack film 'bulan terbelah di langit Amerika'. Belum nonton sih, niatnya malam ini, atau besok. Penasaran karena ini masih sekuel dari film sebelumnya 99 cahaya. Kalo urusan nonton saya memang termasuk hobby (banget - yang berusaha dikurangi). Ketagihan nikmatnya audio visual di bioskop. Apalagi jika memang filmnya beneran keren. Beuh! Tapi sebenarnya bukan ini yang ingin saya ceritakan. Ya, bagaimanapun filmnya keren, tapi nonton sendirian ke bioskop, entah. Terakhir nonton sendirian mungkin jaman mahasiswa hampir tiga puluh tahun lang lalu. Nah, itu. Padahal dulu biasa aja. Dulu kalo lagi bete, pasti nonton. Kadang sehari dua film yang berbeda (hihi..don't try this). Kok sekarang rasanya risih. Kenapa ya? Emak-emak nonton sendirian. Woy, perasaan rikuh, ga pede. Padahal mungkin orang juga ga memperhatikan. Yang penting beli tiket, duduk, nonton, keluar bioskop. Sudah, done. Alhamdulillah, suami suka nonton...

Hari ibu

Hari ini, tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari ibu di negara ini. Menjadi trending topik di sosmed. Di televisi, bbm, wa, fb. Saling memberi selamat dan memasang foto bertuliskan 'happy mother's day'. Sebagian kecil teman memposting tulisan di grup WA  bahwa peringatan hari ibu bukan termasuk ke dalam budaya kita (muslim), sebab setiap hari kita berkewajiban membahagiakan ibu, maka setiap hari adalah hari ibu. Saya tak hendak mempertentangkan kedua pendapat tersebut. Di rumah kami biasa-biasa saja, tak ada yang istimewa selain hari ini adalah selasa, suami dan anak-anak melakukan aktivitas sebagaimana biasanya. Saya pun tak berharap ada ucapan selamat hari ibu dari siapapun. Meskipun ada juga yangmengucapkannya dan dibalas dengan doa yang sama. Namun satu hal yang saya syukuri, saya berniat menelepon ibu, mengobrol dan saling berkabar nanti malam saat beliau menikmati waktu santainya. Saya pun tak tahu apakah beliau berharap diberi ucapan 'selamat hari ibu...