#Tips Tiga Ramadhan

Bagaimana shaum ramadhan kita hari ini, lancar kah?

Tentu kita sering mendengar kalimat ini:'Berbukalah dengan yang manis.'
Saat bulan ramadhan, seringnya ungkapan ini diartikan terlalu serius. Tak heran jika kemudian adanya parade jenis sajian yang manis di meja makan. Kabarnya, ranking teratas masih didominasi jenis-jenis kolak: kolak pisang, kolak candil, kolak labu. Runner up oleh es buah. Sementara agar-agar dan es cendol dalam posisi mengintip.

Untuk sekadar lucu-lucuan, saya sering bermain plesetan dengan ungkapan tersebut. Setelah mengucap doa buka puasa, bilang begini:"Ayo, Mas. Pandangi wajahku dulu biar air mineralnya terasa manis."

Memang, memajang jaburan manis telah menjadi sebuah tradisi. Minimal satu jenis, entah itu kolak atau es buah. Namun hendaknya seiring umur kita yang makin bergulir, kebiasaan tersebut perlu disesuaikan.

Merujuk informasi dari OKEZONE.Com, buah pisang yang belum diolah mengandung sekitar 110 kalori, 30 g karbohidrat dan 1 g protein. Namun, ketika ketika diolah jadi kolak pisang, maka kandungannya akan melonjak. Dalam semangkuk kolak pisang terdapat sekitr 319-414 kalori, 48,85 karbohidrat, 21 g lemak, 4,8 protein dan 4,7 g serat.

Kolak juga mengandung banyak gula. Mengonsumsi kolak berlebihan dapat memicu peningkatan kadar gula darah yang dapat mengakibatkan diabetes dan kegemukan. Bagaimana jika ditambahi santan? Nah, terbukti santan dapat meningkatkan kolesterol dalam darah.

Jadi gimana dong? Tenang, mom. Masih tetap boleh makan kok. Sarannya, ambillah dalam porsi sedikit atau semangkuk kecil. Seperti kita jaman dulu. Malu kalo ada yang tahu bahwa kita ini gembul, hihi...

Selamat bikin kalak. Bakwannya sudah di goreng?
Nah lho, kalo tanpa bakwan/gorengan kurang marem ya? hmmm... padahal...


Langit Lembang, 010617

Sumber bacaan: http://lifestyle.okezone.com/read/2016/06/15/481/1415538/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari ibu

Tempat berbagi

Belajar Sabar