Hari ini, tanggal 22 Desember diperingati sebagai hari ibu di negara ini. Menjadi trending topik di sosmed. Di televisi, bbm, wa, fb. Saling memberi selamat dan memasang foto bertuliskan 'happy mother's day'. Sebagian kecil teman memposting tulisan di grup WA bahwa peringatan hari ibu bukan termasuk ke dalam budaya kita (muslim), sebab setiap hari kita berkewajiban membahagiakan ibu, maka setiap hari adalah hari ibu. Saya tak hendak mempertentangkan kedua pendapat tersebut. Di rumah kami biasa-biasa saja, tak ada yang istimewa selain hari ini adalah selasa, suami dan anak-anak melakukan aktivitas sebagaimana biasanya. Saya pun tak berharap ada ucapan selamat hari ibu dari siapapun. Meskipun ada juga yangmengucapkannya dan dibalas dengan doa yang sama. Namun satu hal yang saya syukuri, saya berniat menelepon ibu, mengobrol dan saling berkabar nanti malam saat beliau menikmati waktu santainya. Saya pun tak tahu apakah beliau berharap diberi ucapan 'selamat hari ibu...
Sedang mendengarkan radio, lalu penyiarnya memutar lagu soundtrack film 'bulan terbelah di langit Amerika'. Belum nonton sih, niatnya malam ini, atau besok. Penasaran karena ini masih sekuel dari film sebelumnya 99 cahaya. Kalo urusan nonton saya memang termasuk hobby (banget - yang berusaha dikurangi). Ketagihan nikmatnya audio visual di bioskop. Apalagi jika memang filmnya beneran keren. Beuh! Tapi sebenarnya bukan ini yang ingin saya ceritakan. Ya, bagaimanapun filmnya keren, tapi nonton sendirian ke bioskop, entah. Terakhir nonton sendirian mungkin jaman mahasiswa hampir tiga puluh tahun lang lalu. Nah, itu. Padahal dulu biasa aja. Dulu kalo lagi bete, pasti nonton. Kadang sehari dua film yang berbeda (hihi..don't try this). Kok sekarang rasanya risih. Kenapa ya? Emak-emak nonton sendirian. Woy, perasaan rikuh, ga pede. Padahal mungkin orang juga ga memperhatikan. Yang penting beli tiket, duduk, nonton, keluar bioskop. Sudah, done. Alhamdulillah, suami suka nonton...
Beberapa hari berlalu hanya dihabiskan dengan posisi tiduran, kadang-kadang duduk. Sejujurnya mengesalkan. Tak adakah yang lebih menyenangkan? Dan akhirnya menyerah juga, curhat pada seorang sahabat. Katanya emang beginilah yang namanya proses pemulihan. Baiklah, pelajaran hari ini adalah tentang sebuah kesabaran. Belajar agar jangan minta cepat sembuh. "Doanya adalah minta disembuhkan." Aamiin yra.
Komentar
Posting Komentar